Di tengah hiruk pikuk Jakarta yang kejam, Rizki merasa dirinya hanyalah butiran debu yang nyaris kehilangan harapan. Suara bising dari jalanan ibu kota menemani malam-malam sepinya di sebuah kamar kontrakan kecil yang pengap. Ia adalah sosok pekerja keras yang tidak pernah menyerah pada keadaan.